Alko Bersama Petani di Jambi Hasilkan 356 Ton Kopi Tahun Lalu

Jambikita.id – Perkumpulan Kopi Alam Korintji (Alko) dan 612 petani telah menghasilkan 356 ton kopi khas Kerinci, Jambi dalam satu tahun. Ratusan ton kopi ini, diekspor ke berbagai negara, termasuk ke Amerika Serikat.

Kopi yang diekspor tersebut, berjenis Arabica Sumatra Kerinci, yakni kopi yang biasa tumbuh di tanah dengan ketinggian 1.300 sampai 1.650 meter dari permukaan laut. Area perkebunan kopi yang dikelola para petani bersama Alko, memiliki luas sekitar 420 hektare (ha) di Kabupaten Kerinci.
 
Tidak hanya di Kecamatan Kayu Aro saja, tetapi juga di Kayu Aro Barat dan kawasan Gunung Tujuh. Selain itu, mereka juga mengelola perkebunan kopi di Solok Selatan, Sumatera Barat.
 
Founder Alko, Suryono mengatakan pohon kopi di perkebunan ini, cenderung memiliki jarak sekitar 2 meter dengan pohon kopi yang lain. Usia tanamnya sekitar 6 tahun. Perkebunan ini, kata Suryono, menggunakan pola tanam tumpang sari dan agroforestry. Pola agroforestry sendiri, biasanya diterapkan untuk perkebunan kopi di kawasan perhutanan sosial. “Pola tumpang sari, yakni kopi bercampur dengan tanaman sayuran di sela-selanya. Sedangkan pola agroforestry, yakni kopi dengan pohon sebagai pelindung, kopi di antara pohon kulit manis, pohon kayu lamtoro dan sebagainya,” katanya, Selasa (16/3).

Suryono pun mengatakan para petani yang dibina Alko sudah menghasilkan 356 ton kopi selama tahun 2020. Ratusan ton kopi ini, 5 persennya dikirim ke sekitar Indonesia. Sedangkan 95 persennya, diekspor ke berbagai negara.
 
“5 persen dari 356 ton greenbean yang diproduksi Alko terserap di pasar lokal Indonesia. Selebihnya, 95 persen kita ekspor ke Belgia, Norwegia, Francis, Belanda, Inggris, Selandia Baru, Amerika Serikat (Starbuck dan Cafe Royal), Cina (Starbucks Shanghai), Malaysia dan Singapura,” bebernya.
Tidak hanya bergerak memberdayakan para petani, Alko juga bekerja sama dengan para tengkulak. Gerakan dua arah itu, untuk membentuk hubungan harmonis antara petani kopi di Kerinci dan para tengkulak. “Tepatnya kolaborasi dengan tengkulak yang teredukasi, sehingga menjadi tengkulak yang baik dan memiliki kepedulian ke petani,” ujarnya.
 
Para petani kopi menjadi terdorong untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi, serta mendapatkan harga kopi yang cukup menguntungkan. “Secara kualitas, kopi kerinci jadi bagus saat ini. Dari petani sekarang, harga kopi masih bagus sekitar 5,5 ribu sampai 6 ribuan perkilogram. Sementara di daerah lain harga kopi sekarang 4 ribuan,” pungkasnya.
 
(M. Sobar Alfahri)
 
Source : Jambikita.id
https://kumparan.com/jambikita/alko-bersama-petani-di-jambi-hasilkan-356-ton-kopi-tahun-lalu-1vMjApnTnmB/full

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *