Sosisalisai ICS Alko Kepada Para Petani Kopi

Alko Sumatra Kopi melakukan sosialisasi kepada para petani sekaligus melakukan perbaikan hasil dari Starbucks. Sosialisai dilakukan pada tanggal 04 Januari 2021 kepada 12 petani dan 1 kolektor. sosialisai dilakukan oleh Tim ICS Alko kepada petani yang telah bermitra sekaligus terdaftar dalam C.A.F.E Practices.

Tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah sebagai inspekesi kembali kepada petani tentang standar C.A.F.E Practices dan menjelaskan mengenai SOP ketanagakerjaan. Sesuai standart C.A.F.E Practices petani harus melakukan pengupahan dengan pengupahan minimum di daerahnya, tidak memperbolehkan mempekerjakan anak di bawah umur, waktu kerja maksimum perhari adalah 8 jam kerja dan selebihnya dihitung lembur.

Pemerintah Kabupaten Kerinci saat ini sendiri belum menetapkan Upah Minimum Kabupaten (UMK),  sehingga mengenai upah minimum mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) daerah Jambi Tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 2.630.162,- per bulan dan untuk tahun 2021 UMP Provinsi Jambi masih sama.  Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor: 883 / KEP.GUB / DISNAKERTRANS-3.3/2020 sebesar Rp. 2.630.162,- per bulan atau Rp 105.206,- per hari, atau Rp15.203,- per jam (sesuai Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 102 / MEN / VI / 2004, rumus menghitung upah per jam 1/173 kali upah bulanan).

Dimana petani mayoritas  saat ini belum melakukan pengupahan sesuai UMP yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi. Setelah dilakukan sosialisasi kepada petani alasan mereka belum bisa melakukan pengupahan sesuai UMP Jambi karena harga kopi cherry yang murah saat ini, yaitu berkisar Rp. 5.000 sampai  dengan harga tertinggi Rp. 6.000 per kilogramnnya. Harga kopi murah semenjak musim pandemi, dimana jumlah permintaan kopi menurun drastis pada saat musim pandemi. Harga kopi cherry yang murah juga menyebabkan sebagian petani saat ini menyerah dengan kondisi ini. serta tidak sedikit petani yang mulai menebang kopinya dan mengganti dengan pertanian hortikultura karena biaya perawatan kopi dan biaya pemetikan kopi dengan hasil mereka dapatkan kecil dan tidak memadai. 

Melihat kondisi tersebut Alko terus membangun semangat petani untuk terus bertahan dan tidak menebang kopinya. Alko dan petani kopi juga berusaha dan terus bersinergi membangun daya jual kopi. Serta sangat banyak petani kopi saat ini yang berharap kedepan harga kopi bisa stabil kembali.  

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *